kusala sastra khatulistiwa banner dan header

Tentang Kusala Sastra Khatulistiwa

Kusala Sastra Khatulistiwa lahir dari sebuah kepedulian pada para penulis Indonesia. Di penghujung pergantian milenium, tahun 2000, sebuah percakapan terjadi antara Richard Oh dan Takeshi Ichiki, saat itu CEO Plaza Senayan. Tidak seperti biasa, pada kesempatan itu, Richard Oh melontarkan sebuah gagasan untuk memberi tunjangan pada penulis Indonesia. Gagasan ini berawal dari pengamatan Richard Oh pada kondisi kehidupan kebanyakan penulis Indonesia. Kebutuhan untuk perangkat kerja seperti komputer dan tuntutan keseharian semakin menggerus waktu dan kenyamanan para penulis untuk meneruskan eksplorasi mereka dalam sastra. Keprihatinan itulah yang kemudian membuat Richard Oh berpikir sebuah anugerah sastra dengan pundi yang memadai bisa sangat membantu meringkan beban penulis.

Terlahirlah Khatulistiwa Literary Award, yang pada tahun ini 2014, diganti namanya menjadi Kusala Sastra Khatulistiwa. Selama 14 tahun, Kusala Sastra Khatulistiwa berkembang terus berkat masukan-masukan dari berbagai pihak di komunitas sastra. Sejak awal pendirian, Kusala Sastra Khatulistiwa dirancang sebagai sebuah anugerah sastra dari komunitas sastra untuk para penulis. Oleh karena itu, berbagai format penyeleksian dan penentuan dikembangkan agar Kusala Sastra Khatulistiwa tetap bertahan sebagai sebuah anugerah yang mencerminkan kehendak kebanyakan orang dalam komunitas sastra.

Masih banyak cita-cita yang belum bisa terwujud. Antara lain, meningkatkan pundi pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa, membantu penerjemahan karya-karya terpilih ke dalam bahasa Inggris dan membuka kategori baru untuk penulisan non-fiksi.

Bila anda tertarik untuk membantu perkembangan Kusala Sastra Khatulistiwa, harap hubungi kami. Bersama-sama kita akan meneruskan pekerjaan kepemihakan pada sastra ini.