Pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa Kategori Puisi Tahun 2011

Judul : Perempuan Yang Dihapus Namanya

Penulis : Avianti Armand

Kitab suci, seperti juga labirin, bukanlah sebuah peta-proyeksi dua dimensi dari garis dan kurva yang saling bertaut. Peta, hanya sebuah abstraksi, sekumpulan tanda dan legenda yang tak sasnggup menggantikan pengalaman. Sementara itu dalam kitab suci, seperti juga labirin, selalu ada misteri yang tidak menuntut untuk dipecahkan, melainkan dialami. Berkali-kali.Dengan alasan tersebut, saya secara khusus menyukai Perjanjian Lama dan perempuan-perempuan di dalamnya. Mereka ada, hidup dan ikut menganyam sejarah, namun dalam seluruh jalinan cerita, mereka selalu berada di balik selubung.

Longlist KLA 2011

Kepada para penikmat sastra, masyarakat pembaca, para akademi, dan praktisi sekalian, di bawah ini kami umumkan daftar 10 besar judul karya dan nama-nama penulis yang telah tersaring dari proses penjurian KLA 2011. Urutan ditampilkan secara acak.

Kategori Fiksi:

1. Tantri, Perempuan yang Bercerita (novel)

Cok Sawitri

Penerbit Buku Kompas, Mei 2011

2. Hotel Prodeo (novel)

Remy Sylado

Kepustakaan Populer Gramedia, Juli 2010

3. Matinya Seorang Atheis (kumcer)

Zaim Rofiqi

Penerbit Koekoesan, Juni 2011

4. 86 (novel)

Okky Madasari

Gramedia Pustaka Utama, Maret 2011

5. Lampuki (novel)

Arafat Nur

Serambi, Mei 2011

6. Sampan Zulaiha (kumcer)

Hasan Al Banna

Penerbit Koekoesan, Maret 2011

7. Tak Ada Santo dari Sirkus (novel)

Seno Joko Suyono

Lamalera, September 2010

8. Senjakala (novel)

Ni Komang Ariani

Penerbit Koekoesan, Oktober 2010

9. Kereta Tidur (kumcer)

Avianti Armand

Gramedia Pustaka Utama, Juni 2011

10. Anak Arloji (kumcer)

Kurnia Effendi

Serambi, Maret 2011

Kategori Puisi:

1. Biar!

Nanang Suryadi

Indie Book Corner, Februari 2011

2. Luka Mata

Hasan Aspahani

Penerbit Koekoesan, Juli 2010

3. Kembang Pitutur

Alek Subairi

Amper Media, Maret 2011

4. Sebait Pantun Bujang

Agit Yogi Subandi

Dewan Kesenian Lampung, Desember 2010

5. Pembuangan Phoenix

A Muttaqin

Amper Media, Maret 2011

6. Segara Anak

Sindu Putra

Pustaka Ekspresi, September 2010

7. Buli-buli Lima Kaki

Nirwan Dewanto

Gramedia Pustaka Utama, November 2010

8. Mencari Pura

I Gusti Ayu Agung Mas Triadnyani

Penerbit Koekoesan, Juni 2011

9. Desis Ular

Arya Winanda

Dewan Kesenian Lampung, Desember 2010

10. Perempuan yang Dihapus Namanya

Avianti Armand

a publication, November 2010

Jakarta, 7 Oktober 2011

Panitia KLA 2011

Khatulistiwa Literary Award 2011

Tahun ini Khatulistiwa Literary Award kembali diselenggarakan. Hadir dengan dua kategori, yaitu Fiksi dan Puisi, KLA 2011 akan menganugerahkan penghargaan untuk karya-karya terbaik yang terbit antara periode Juli 2010-Juni 2011. Masing-masing pemenang akan mendapatkan hadiah sebesar Rp50.000.000.

Di bawah ini adalah syarat-syarat karya yang berhak masuk ke proses penjurian:

1. Ditulis oleh penulis Indonesia dalam bahasa Indonesia.

2. Berupa kumpulan cerpen atau novel (tunggal) dan kumpulan sajak (tunggal). Antologi bersama tidak diperkenankan.

3. Diterbitkan di Indonesia dalam kurun waktu Juli 2010 s/d Juni 2011.

4. Merupakan karya sastra asli yang diterbitkan pertama kali dalam bentuk buku. Edisi cetak ulang tidak diperkenankan.

Bagi para penerbit yang berminat ikut serta, silakan mengirimkan buku-bukunya (masing-masing judul 8 eksemplar) untuk dinilai oleh tim juri ke alamat:

Ninus D. Andarnuswari

Jl Beringin No 51 RT 2 RW 18

Depok 16423

Terima kasih atas partisipasinya. Sampai jumpa di Malam Anugerah Khatulistiwa Literary Award 2011.

Panitia KLA 2011

Pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa Kategori Puisi Tahun 2011

Judul : Buli-Buli Lima Kaki

Penulis : Nirwan Dewanto

Melantun tentang binatang sampai nabi, tentang cinta segitiga sampai maut, tentang lanskap sampai gairah revolusi, dan seterusnya –55 puisi dalam buku ini tampil dengan aneka suara dan mata yang tak tersangka.Tokomu menjual aneka taring yang tampaknya lebih manjur daripada taringku, namun kau tak mampu menjawab ketika seorang pelangganmu bertanya, “Mana yang paling baik untuk mematikan seekor kuda hitam?”

(Kobra, h. 16)

dan lihatlah, di jantung khazanah ini tegak menjulang sebentuk museum, tempat kita leluasa mengimpikan revolusi, ketika kita mulai hamil oleh para panglima yang ternyata telah membelenggu sang penggali teluk sejak kemarin atau bertahun-tahun lalu.

(Jangkar Perunggu, h. 44)

Mereka bertepuk tangan ketika terhunus pisau tiba-tiba Dari balik lambungku, siap menyadap madu di lehermu. Ternyata namaku kontrabas, dan aku jirih pada pujian.

(Kuintet, h. 137)

5 Besar KLA 2011

Kepada para pembaca yang setia, tahap penjurian telah melaju melewati pemilihan 5 besar calon penerima anugerah. Terima kasih atas dukungan dan perhatian yang telah diberikan selama proses berjalan. Berikut ini kami sampaikan nama pengarang dan judul buku yang terpilih dalam 5 besar, yang disusun secara acak.

Fiksi

1. Lampuki

Arafat Nur

Serambi, Mei 2011

2. Hotel Prodeo

Remy Sylado

KPG, Juli 2010

3. Tantri, Perempuan yang Bercerita

Cok Sawitri

Penerbit Buku Kompas, Mei 2011

4. Tak Ada Santo dari Sirkus

Seno Joko Suyono

Lamalera, September 2010

5. 86

Okky Madasari

Gramedia Pustaka Utama, Maret 2011

Puisi

1. Perempuan yang Dihapus Namanya

Avianti Armand

a publication, November 2010

2. Segara Anak

Sindu Putra

Pustaka Ekspresi, September 2010

3. Luka Mata

Hasan Aspahani

Penerbit Koekoesan, Juli 2010

4. Pembuangan Phoenix

A Muttaqin

Amper Media, Maret 2011

5. Buli-buli Lima Kaki

Nirwan Dewanto

Gramedia Pustaka Utama, November 2010

Jakarta, 21 Oktober 2011

Panitia KLA

Pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa Kategori Puisi Tahun 2010

Judul : Sejumlah Perkutut Buat Bapak

Penulis: Gunawan Maryanto

Sejumlah Perkutut buat Bapak kumpulan puisi karya Gunawan Maryanto diterbitkan Omahsore Publisher, Peraih Khatulistiwa Award 2010. Kumpulan puisi ini terdiri dari 3 buah puisi: Kayon Gapuran, Kayon Blambangan, dan Sejumlah Perkutut Buat Bapak Sendiri.

Barangkali pembaca akan terganggu dengan judul-judul yang terasa aneh dalam kumpulan ini, tapi demikianlah, nama-nama yang terasa tak akrab itu tetap saya pertahankan. Pertama karena susah untuk diterjemahkan, kedua karena merupakan nama–tentu saja kita tak perlu bersusah payah untuk menerjemahkan sebuah nama. Namun demikian setiap nama selalu memiliki arti dan makna.

Pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa Kategori Fiksi Tahun 2010

Judul : Rahasia Selma: Kumpulan Cerita

Penulis: Linda Christanty

Setelah Kuda Terbang Maria Pinto karya Linda Christanty meraih Khatulistiwa Literary Award 2004 untuk kategori buku fiksi Indonesia terbaik, kini Linda kembali lagi dengan cerita-ceritanya tentang dunia hari ini dalam Rahasia Selma. Rahasia orang-orang yang berjuang melawan ketidakadilan, trauma, doktrin, mitos, kesunyian, atau bahkan apa yang mereka sendiri tak tahu. Cerita-cerita ini meluaskan pandangan kita tentang manusia dan kemanusiaan, sampai ke batas-batas terjauh yang dimungkinkan.

Sapardi Djoko Damono mengatakan, dalam cerita-cerita Linda, ia membayangkan perkembangan cerita pendek Indonesia di masa datang. Kritikus sastra Nirwan Dewanto menyebut realisme Linda mencekam, justru karena antididaktik. Penyair Sutardji Calzoum Bachri menyatakan Linda menampilkan tema kemanusiaan tanpa menyerahkan sastra ke bawah telapak kaki penindasan pesan. Di kata pengantar antologi dwibahasa Terra, Sandra Thibodeaux mengemukakan bahwa ketakutan yang dialami seorang serdadu Indonesia dalam Kuda Terbang Maria Pinto dengan cemerlang menggoyahkan pemahamannya tentang konflik bersenjata dan maskulinitas.

5 Besar KLA 2010

Salam sastra…

Para praktisi, akademisi, dan penyuka sastra Indonesia yang terhormat.

Berikut kami sampaikan hasil penjurian tahap 5 besar (shortlist) anugerah sastra Khatulistiwa Literary Award ke-10, 2010, yang tersusun secara acak:

Kategori Prosa:

1. Rahasia Selma (kumcer), karya Linda Christanty, GPU, April 2010

2. Kekasih Marionette (kumcer), karya Dewi Ria Utari, GPU, Juli 2009

3. 9 dari Nadira (kumcer), karya Leila S Chudori, KPG, Oktober 2009

4. Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia (kumcer), karya Agus Noor, Bentang Februari 2010

5. Klop (kumcer), karya Putu Wijaya, Bentang, Mei 2010

Kategori Puisi:

1. Buwun, karya Mardi Luhung, Pustaka Pujangga, Februari 2010

2. Penyeret Babi, karya Inggit Putria Marga, Anahata, Januari 2010

3. Konde Penyair Han, karya Hanna Fransisca, Katakita, Mei 2010

4. Sejumlah Perkutut buat Bapak, karya Gunawan Maryanto, Omahsore, Mei 2010

5. Tersebab Aku Melayu, karya Taufik Ikram Jamil, Yayasan Pustaka Riau, Juni 2010

Kepada para nominator yang tercantum di atas, diharapkan segera mengirimkan biodata singkat dan softcopy sampul buku masing-masing (resolusi 300-350 Dpi) ke email: [email protected] (cc [email protected]), selambat-lambatnya 1 minggu setelah maklumat ini disiarkan. Malam anugerah pemenang KLA 2010 akan diselenggarakan pada tanggal 22 November 2010 di atrium Plaza Senayan, Jakarta. Semua nominator sangat diharapkan kehadirannya. Atas perhatian dan apresiasinya, kami ucapkan terimakasih.

Jakarta, 27 Oktober 2010

Panitia KLA 2010