10 Besar Khatulistiwa Literary Award 2013

Berikut kami siarkan susunan acak buku-buku sastra, kategori prosa dan puisi, yang terseleksi masuk dalam 10 besar Khatulistiwa Literary Award (KLA) 2013;

Kategori Prosa

1. Murjangkung (Cinta yang Dungu dan Hantu-hantu), kumpulan cerpen karya AS.Laksana. (Gagas Media, Januari 2013)

2. Surat Panjang tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya, novel karya Dewi Kharisma Michellia. (Gramedia Pustaka Utama, Juni 2013)

3. Pulang, novel karya Leila S Chudori. (Kepustakaan Populer Gramedia, Desember 2012)

4. Kaki yang Terhormat, kumpulan cerpen karya Gus tf Sakai. (Gramedia Pustaka Utama, Juli 2012)

5. Ayahmu Bulan Engkau Matahari, kumpulan cerpen Lily Yulianti Farid. (Gramedia Pustaka Utama, Juli 2012)

6. Amba, novel karya Laksmi Pamuntjak. (Gramedia Pustaka Utama, September 2012)

7. Kinoli, kumpulan cerpen karya Yetti A. Ka. (Javakarsa Media, Juli 2012)

8. Yang Menunggu dengan Payung, kumpulan cerpen karya Zelfeni Wimra. (Gramedia Pustaka Utama, Maret 2013)

9. Pasung Jiwa, novel karya Okky Madasari. (Gramedia Pustaka Utama, Mei 2013)

10. Kukila, kumpulan cerpen karya M.Aan Mansyur. (Gramedia Pustaka Utama, September 2012)

Kategori Puisi

1. Desis Kata-kata, karya Heni Hendrayani, (Komunitas SLS, Februari 2013)

2. Penyair Midas, karya Nanang Suryadi (Indie Book Corner, April 2013)

3. Museum Penghancur Dokumen, karya Afrizal Malna, (Garudhawaca, April 2013)

4. 9 Kubah, karya Evi Idawati, (Isac Book, Juni 2013)

5. Telapak Air, karya Soni Farid Maulana, (Komunitas SLS, Maret 2013)

6. Ciuman yang Menyelamatkan dari Kesedihan, karya Agus Noor, (Motion Publishing, November 2012)

7. Odong-Odong Fort de Kock, karya Deddy Arsya, (Kabarita, Mei 2013)

8. Munajat Buaya Darat, karya Mashuri, (Gress Publishing, Desember 2012)

9. Kepulangan Kelima, karya Irwan Bajang, (Indie Book Corner: April 2013)

10. Kopi, Kretek, Cinta, karya Agus R Sardjono, (Komodo Books, Juni 2013)

Dari daftar 10 Besar ini, dewan juri akan kembali bekerja, untuk memilih 5 Besar KLA 2013.

Jakarta, Oktober 2013

Panitia KLA 2013

5 Besar Khatulistiwa Literary Award ke 13

Berikut kami hadirkan secara acak 5 Besar Khatulistiwa Literary Award ke 13:

Kategori Prosa

1. Surat Panjang tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya, novel karya Dewi Kharisma Michellia. (Gramedia Pustaka Utama, Juni 2013)

2. Pulang, novel karya Leila S Chudori. (Kepustakaan Populer Gramedia, Desember 2012)

3. Murjangkung (Cinta yang Dungu dan Hantu-hantu), kumpulan cerpen karya AS.Laksana. (Gagas Media, Januari 2013)

4. Amba, novel karya Laksmi Pamuntjak. (Gramedia Pustaka Utama, September 2012)

5. Pasung Jiwa, novel karya Okky Madasari. (Gramedia Pustaka Utama, Mei 2013)

Kategori Puisi

1. Munajat Buaya Darat, karya Mashuri, (Gress Publishing, Desember 2012)

2. Kopi, Kretek, Cinta, karya Agus R Sardjono, (Komodo Books, Juni 2013)

3. Museum Penghancur Dokumen, karya Afrizal Malna, (Garudhawaca, April 2013)

4. Telapak Air, karya Soni Farid Maulana, (Komunitas SLS, Maret 2013)

5. Odong-Odong Fort de Kock, karya Deddy Arsya, (Kabarita, Mei 2013)

Para finalis 5 Besar Khatulistiwa Literary Award diharap untuk bisa hadir pada Malam Anugerah Sastra Khatulitistiwa bertempat di Plasa Senayan, Minggu Kedua November, 2013, jam 7 Pm.

Pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa Kategori Puisi Tahun 2013

Judul : Museum Penghancur Dokumen

Penulis : Afrizal Malna

Penerbit : Garudhawaca, Yogyakarta

Beberapa pilihan puisi Afrizal Malna dalam Museum Penghancur Dokumen

daftar indeks

dan berjalan. Dan tidur. Dan melupakan. Dan menyapu. Dan makan. Dan mengambil jemuran. Dan memotret pernikahan orang lain di

sebuah kafe di Shanghai. Dan membaca. Dan memotong kuku. Dan memotret kucing kawin di rumah Lely. Dan menengok kuburan

temanku di surabaya. Dan anaknya sudah kuliah. Dan anaknya mengirim sms, siapa bapakku? Dan anaknya tidak tidur dalam kamar

ibunya. Dan namanya Dya Ginting. Dan membakar sampah. Dan memotong rumput. Dan mengambil kantong plastik yang dibuang

orang di pinggir jalan. Dan mencium anak anjing. Dan menengok teman yang menangis di depan laptopnya. Dan ingin hidup dalam

suara Maria Callas. Dan tak punya uang. Dan menunggu honor dari puisi. Dan bertemu mayat Caligula dalam bahasa. Dan mandi. Dan

ingin mengatakan padamu bahwa aku sudah mengatakannya.

Khatulistiwa Literary Award ke 13

Tahun ini Khatulistiwa Literary Award kembali diselenggarakan. Hadir dengan dua kategori, yaitu Fiksi dan Puisi, KLA 2013 akan menganugerahkan penghargaan untuk karya-karya terbaik yang terbit antara periode Juli 2012-Juni 2013. Masing-masing pemenang akan mendapatkan hadiah sebesar Rp50.000.000.

Di bawah ini adalah syarat-syarat karya yang berhak masuk ke proses penjurian:

1. Ditulis oleh penulis Indonesia dalam bahasa Indonesia.

2. Berupa kumpulan cerpen atau novel (tunggal) dan kumpulan sajak (tunggal). Antologi bersama tidak diperkenankan.

3. Diterbitkan di Indonesia dalam kurun waktu Juli 2012 s/d Juni 2013 Pemenang KLA ke 12, Maryam olehOkky Madasari

4. Merupakan karya sastra asli yang diterbitkan pertama kali dalam bentuk buku. Edisi cetak ulang tidak diperkenankan.

Bagi para penerbit yang berminat ikut serta, (bukan kriteria partisipasi) silakan mengirimkan buku-bukunya (masing-masing judul 8 eksemplar) untuk dinilai oleh tim juri ke alamat: ReadingRoomJkt, Jl Kemang Timur Raya no 57, Jakarta

Malam Anugerah Sastra Khatulistiwa Literary Award ke 13 akan diselenggara di atrium Plasa Senayan, minggu kedua November

Pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa Kategori Fiksi Tahun 2012

Judul : Maryam

Penulis : Okky Madasari

Tentang mereka yang terusir karena iman di negeri yang penuh keindahan.

Lombok, Januari 2011

Kami hanya ingin pulang. Ke rumah kami sendiri. Rumah yang kami beli dengan uang kami sendiri. Rumah yang berhasil kami miliki lagi dengan susah payah, setelah dulu pernah diusir dari kampung-kampung kami. Rumah itu masih ada di sana. Sebagian ada yang hancur. Bekas terbakar di mana-mana. Genteng dan tembok yang tak lagi utuh. Tapi tidak apa-apa. Kami mau menerimanya apa adanya. Kami akan memperbaiki sendiri, dengan uang dan tenaga kami sendiri. Kami hanya ingin bisa pulang dan segera tinggal di rumah kami sendiri. Hidup aman. Tak ada lagi yang menyerang. Biarlah yang dulu kami lupakan. Tak ada dendam pada orang-orang yang pernah mengusir dan menyakiti kami. Yang penting bagi kami, hari-hari ke depan kami bisa hidup aman dan tenteram.

Kami mohon keadilan. Sampai kapan lagi kami harus menunggu?

Pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa Kategori Puisi Tahun 2012

Judul : Post Kolonial dan Wisata Sejarah dalam Sajak

Penulis : Zeffry J. Alkatiri

Bagaimana kita membaca sejarah selama ini? Penyair Zeffry Alkatiri telah menempuh jalan puisi untuk membaca kembali sejarah. Ia menulis puisi naratif yang berisi kronik sejarah. Baik yang menyangkut keberadaan komunitas Arab-Betawi di di Jakarta maupun sejarah Indonesia pada umumnya. Dengan cara seperti ini sang penyair bukan hanya berurusan bagaimana menghadirkan kembali petikan sejarah di dalam tubuh puisi, tetapi bagaimana ia bersitegang dengan bentuk-bentuk puisi yang sudah ada.  Di mana kita bisa menemukan kadar puisi, di mana pula sari sejarah di dalam puisi-puisinya. Zeffry Alkatiri sudah memulai proyek penulisan sejarah dalam puisi sejak buku puisi pertamanya Dari Batavia sampai Jakarta 1619-1999: Sejarah dan Kebudayaan Betawi-Jakarta dalam Sajak (Indonesia Tera, 2001). Buku puisi terakhirnya Post Kolonial & Wisata Sejarah  dalam Sajak (Padasan, 2012) juga masih berurusan dengan soal itu. Buku ini memenangi Khatulistiwa Literary Award 2012. Diskusi akan menghadirkan pembicara Mina Elfira dan Manneke Budiman, dosen sastra di FIB Universitas Indonesia, Depok, serta sejarawan Bondan Kanumoyoso

Khatulistiwa Literary Award ke 12

10 Besar Khatulistiwa Literary Award 2012

(dalam urutan menurut nama pertama)

Fiksi

1. Ayu Utami, Cerita Cinta Enrico. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia (Februari 2012)

2. Gitanyali, 65. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia (Mei 2012)

3. Iwan Setyawan, Ibuk,. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama (Juni 2012)

4. Krishna Pabichara, Gadis Pakarena. Jakarta: Dolphin (2012)

5. Linda Christanty, Seekor Anjing Mati di Bala Murghab. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama (Juni 2012)

6. Ni Komang Ariani, Bukan Permaisuri: Kumpulan Cerpen (Juni 2012)

7. Okky Madasari, Maryam. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama (Februari 2012)

8. Putu Fajar Arcana, Gandamayu. Jakarta: Kompas (Januari 2012)

9. Ratih Kumala, Gadis Kretek. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama (Februari 2012)

10. Tere Liye, Negeri Para Bedebah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama (Juli 2012)

PUISI

1. Aspar Paturusi, Secangkir Harapan. Jakarta: Kosa Kata Kita

2. Badruddin Emce, Diksi Para Pendendam. Yogyakarta: Akar Indonesia

3. Eka Budianta, Langit Pilihan. Jakarta: Kosa Kata Kita

4. Epri Tsaqib, Mata Ruang. Jakarta: Geraibuku.com (2011)

5. Hana Fransisca, Benih Kayu Dewa Dapur. Depok: Komodo Books

6. Hasan Aspahani, Mahna Hauri (A Fairy’s Veil). Depok: Koekoesan

7. Lan Fang, Ghirah Gatha. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama (2011)

8. Rama Prabu, Namaskara. Bandung: Dewantara Institute

9. Sapardi Djoko Damono, Namaku Sitta. Jakarta: Editum

10. Zeffry Alkatiri, Post Kolonial & Wisata Sejarah Dalam Sajak. Jakarta: Padasan

5 Besar Khatulistiwa Literary Award ke 12

Berikut adalah 5 Besar Khatulistiwa Literary Award menurut abjad nama pertama

Fiksi

Cerita Cinta Enrico, Ayu Utami

65, Gitanyali

Seekor Anjing Mati di Bala Murghab, Linda Christanty

Maryam, Okky Madasari

Gadis Kretek, Ratih Kumala

Puisi

Secangkir Harapan, Aspar Paturusi

Langit Pilihan, Eka Budianta

Benih Kayu Dewa Dapur, Hana Fransisca

Mahna Hauri, Hasan Aspahani

Postkolonial dan Wisata Sejarah, Zeffry Alkatiri

Malam Anugerah Sastra Khatulistiwa ke 12 akan diselenggara pada tanggal 29 November, 2012 jam 7 pm di Atrium Plaza Senayan.

Pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa Kategori Fiksi Tahun 2011

“Pemenang Unggulan Sayembara Menulis Novel DKJ 2010″

Inilah novel menyentuh dan mencerahkan berlatar Aceh pada masa penuh gejolak setelah kejatuhan Soeharto. Lampuki adalah sebuah satir cerdas tentang gebalau konflik antara tentara pemerintah dan kaum gerilyawan yang pada ujungnya menyengsarakan orang-orang kecil tak berdosa.Di pusat cerita adalah seorang lelaki kampungan berkumis tebal bernama Ahmadi. Dialah mantan berandal yang kemudian tampil menjadi pemimpin laskar gerilyawan yang berlindung di desa Lampuki. Si kumis yang banyak lagak ini menghasut para penduduk untuk mengangkat senjata melawan tentara yang datang dari pulau seberang. Namun, walau dia selalu lolos dari kejaran orang-orang berseragam, para penduduk desalah yang kena batunya. Orang-orang tak berdaya itu kerap menjadi sasaran kemarahan tentara.

Kisah kian menarik dengan bumbu cinta terlarang antara Halimah, istri Ahmadi yang bertugas mengutip pajak perjuangan ke rumah-rumah penduduk, dan Jibral si Rupawan, pemuda tanggung penakut yang menjadi pujaan hati gadis-gadis sekampung.Novel ini ditulis penuh perasaan dan dengan rasa humor yang cerdas. Tak tampak penggambaran hitam-putih sehingga pesan melesap ke dalam cerita dengan bahasa yang lincah walaupun kental terasa pemihakan terhadap si lemah.

Undangan Terbuka KLA 2011

Kami mengundang teman-teman penulis, pengamat, wartawan, pembaca, dan siapa saja yang berminat untuk menyaksikan penganugerahan sastra Khatulistiwa 2011. Silakan klik undangan di atas untuk mengetahui detail acara. Kami tunggu kehadirannya, sampai jumpa!