Nominasi 10 Besar Kusala Sastra Khatulistiwa ke 21 Kategori Puisi

Selamat dan sukses kami ucapkan kepada para pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa Award ke 21 tahun 2021.

Nama PengarangJudul Karya Puis
Jalan MalamAbdul Wachid B.S.
Jari TengahAlfian Dippahatang
Bagian Paling Perih dari MencintaiAslan Abidin
Mengekalkan Puisi Pada KopiD. Zawawi Imron
Menghadaplah KepadakuDian Hardiana
Sepotong Hati di AngkringanJoko Pinurbo
Mengapa Luka Tidak Memaafkan PisauM Aan Mansyur
Wisata Desa Billapora Dalam SajakRaedu Basha
Cinta tak Pernah FanatikTjak S. Parlan
Puasa PuisiWidya Mareta

Silahkan periksa halaman Pemenang Penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa. Halaman tersebut berisi daftar pemenang Penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa.

5 Besar Kusala Sastra Khatulistiwa ke-15

5 Besar Kusala Sastra Khatulistiwa ke-15 dalam urutan tak teratur :

FiksiDamhuri Muhammad Anak-Anak Masa Lalu (Kumpulan Cerpen, Marjin Kiri, Juni 2015)Sapardi Djoko Damono Hujan Bulan Juni (Gramedia Pustaka Utama, Juni 2015)Dorothea Rosa Herliany Isinga (Roman Papua) (Gramedia Pustaka Utama, 30 Desember 2014)Laksmi Pamuntjak Aruna dan Lidahnya (Gramedia Pustaka Utama, 13 November 2014)Eka Kurniawan Perempuan Patah Hati Yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi (Kumpulan Cerpen, Bentang Pustaka, Maret 2015)

PuisiTriyanto Triwikromo Kematian Kecil Kartosoewirja: Sehimpun Puisi (Gramedia Pustaka Utama, Januari 2015)Afrizal Malna Berlin Proposal (Nusa Cendekia, Juni 2015)M Aan Mansyur Melihat Api Bekerja (Gramedia Pustaka Utama, 15 April)Joko Pinurbo Surat Kopi (Motion Publishing, Agustus 2014)Esha Tegar Putra Dalam Lipatan Kain (Motion Publishing/Kata Bergerak, Maret 2015)

Malam Pengumuman Pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa ke-15 akan diselenggarakan di Plaza Senayan tanggal 14 Januari, 2016.

Selamat untuk semua.

10 Besar Kusala Sastra Khatulistiwa ke-15

10 Besar Kusala Sastra Khatulistiwa ke-15 dalam urutan tak teratur :

FiksiDorothea Rosa Herliany: Isinga (Roman Papua) (Gramedia Pustaka Utama, 30 Desember 2014)Sapardi Djoko Damono: Hujan Bulan Juni (Gramedia Pustaka Utama, 15 Juni 2015)Damhuri Muhammad: Anak-Anak Masa Lalu (Kumpulan Cerpen, Marjin Kiri, Juni 2015)Ratih Kumala: Bastian dan Jamur Ajaib (Kumpulan Cerpen, Gramedia Pustaka Utama, Februari 2015)Remy Silado: Perempuan Bernama Arjuna 3: Javanologi dalam Fiksi (Nuansa Cendekia, April 2015)Laksmi Pamuntjak: Aruna dan Lidahnya (Gramedia Pustaka Utama, 13 November 2014)Mahfud Ikhwan: Kambing dan Hujan: Sebuah Roman (Bentang Pustaka, Juni 2015 )Eka Kurniawan: Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi (Kumpulan cerpen, Bentang Pustaka, Maret 2015)Agus Noor: Cerita Buat Para Kekasih (Kumpulan Cerpen, Gramedia Pustaka Utama, November 2014)Benny Arnas: Cinta Tak Pernah Tua (Kumpulan Cerpen, Gramedia Pustaka Utama, September 2014)

PuisiKorrie Layun Rampan: Dayak! Dayak! Dimanakah Kamu? (Yrama Widya, Januari 2015)Esha Tegar Putra: Dalam Lipatan Kain (Motion Publishing/Kata Bergerak, Maret 2015)Joko Pinurbo: Surat Kopi (Motion Publishing, Agustus 2014)Triyanto Triwikromo: Kematian Kecil Kartosoewirja: Sehimpun Puisi (Gramedia Pustaka Utama, Januari 2015)Afrizal Malna: Berlin Proposal (Nusa Cendekia, Juni 2015)Kris Budiman: Sesudah Ekskavasi (Leutika Prio, April 2015) M. Aan Mansyur: Melihat Api Bekerja (Gramedia Pustaka Utama, 15 April 2015)Kiky Sulistiyo: Penangkar Bekisar (Nuansa Cendekia, April 2015)Radhar Panca Dahana: Manusia Istana: Sekumpulan Puisi Politik (Penerbit Bentang, Maret 2015)Waluyo Ds: Kwatrin untuk Kekasih (Kosa Kata Kita, April 2015)

Pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa Kategori Prosa Tahun 2014

Judul : Semua untuk Hindia

Penulis : Iksaka Banu

Tiga belas cerita pendek merentang dari masa prakedatangan Cornelis de Houtman hingga awal Indonesia merdeka. Masing-masing menggoda kita untuk berimajinasi tentang sejarah Indonesia dari sudut pandang yang khas: mantan tentara yang dibujuk membunuh suami kekasih gelapnya; perwira yang dipaksa menembak Von Imhoff; wartawan yang menyaksikan Perang Puputan; inspektur Indo yang berusaha menangkap hantu pencuri beras; administratur perkebunan tembakau Deli yang harus mengusir gundik menjelang kedatangan istri Eropanya; nyai yang begitu disayang sang suami tetapi berselingkuh.

Kusala Sastra Khatulistiwa Ke-14

Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Kusala Sastra Khatulistiwa ke 14 akan segera diselenggara. Penyeleksian akan dilakukan oleh para juri disusun oleh seorang ketua juri. Buku-buku fiksi dan puisi diseleksi dari yang diterbit dalam kurun waktu 12 bulan, dari Juli tahun lalu hingga Juni, 2014. Untuk membantu para juri merangkum sebanyak buku-buku fiksi dan puisi yang terbit dalam kurun waktu ini, harap kirim 9 eksemplar tiap judul ke ReadingRoomJkt, Jl Kemang Timur Raya No 57, Jakarta 12730. Ini tentunya bukan sebuah kriteria untuk masuk dalam penyeleksian karena para juri berhak penuh atas semua pemilihannya termasuk keputusan mereka dalam menentukan buku-buku yang terpilih sebagai 10 besar dan 5 besar dan pemenang KSK. Panitia penyelenggara sama sekali tidak terlibat dalam proses penentuan dalam bentuk apa pun.

Mei 22, 2014

5 Besar Kusala Sastra Khatulistiwa ke 14

Setelah direkap dan diurut secara acak berikut adalah pilihannya:

Kategori Fiksi

Afrizal Malna, Kepada Apakah

Norman Pasaribu, Hanya Kamu Yang Tahu Berapa Lama Lagi Aku Harus Menunggu

Triyanto Tiwikromo, Surga Sungsang

Eka Kurniawan, Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas

Iksaka Banu, Semua Untuk Hindia

Kategori Puisi

Oka Rusmini, Saiban

Ook Nugroho, Tanda-Tanda Yang Bimbang

Ahda Imran, Rusa Berbulu Merah

Hasta Indriyana, Piknik Yang Menyenangkan

A. Muttaqin, Tetralogi Kerucut

Malam Anugerah Kusala Sastra Khatulistiwa ke 14 akan diselenggarakan pada tanggal 20 November, 2014 di atrium Plasa Senayan jam 7pm.

10 Besar Kusala Sastra Khatulistiwa Ke 14

Setelah direkap, dalam urutan acak, berikut adalah karya-karya terpilih 10 Besar Kusala Sastra Khatulistiwa ke 14

A. Kategori Prosa

1. Afrizal Malna, Kepada Apakah

2. Iksaka Banu, Semua untuk Hindia

3. Eka Kurniawan, Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas

4. Ayu Utami, Maya

5. Triyanto Tiwikromo, Surga Sungsang

6. Norman Pasaribu, Hanya Kamu yang Tahu Berapa Lama Lagi Aku Harus Menunggu

7. Rio Johan, Aksara Amananunna

8. Zaky Yamani, Bandar

9. Isbedy Setiawan ZS, Perempuan di Rumah Panggung

10. Remy Sylado, Malaikat Lereng Tidar

B. Kategori Puisi

1. Ook Nugroho, Tanda-tanda yang Bimbang

2. Acep Zamzam Noor, Bagian dari Kegembiraan

3. Hasta Indirayana, Piknik yang Menyenangkan

4. A. Muttaqin, Tetralogi Kerucut

5. Oka Rusmini, Saiban

6. Ahda Imran, Rusa Berbulu Merah

7. Made Adnyana Ole, Dongeng dari Utara

8. Adimas Immanuel, Pelesir Mimpi

9. Tia Setiadi, Tangan yang Lain

10. Mario F. Lawi, Ekaristi

Pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa Kategori Prosa Tahun 2013

Judul : Pulang

Penulis : Leila S. Chudori

Ketika revolusi mahasiswa berkecamuk di Paris, Dimas Suryo seorang eksil politik Indonesia bertemu Vivienne Deveraux, seorang mahasiswa Prancis yang ikut demonstrasi melawan pemerintah Prancis. Pada saat yang sama, Dimas menerima kabar dari Jakarta: Hananto Prawiro, sahabatnya, ditangkap tentara dan dinyatakan tewas. Dimas merasa cemas dan gamang. Bersama puluhan wartawan dan seniman lain, dia tak bisa kembali ke Jakarta karena paspornya dicabut oleh pemerintah Indonesia. Sejak itu mereka mengelana tanpa status yang jelas dari Santiago ke Havana, ke Peking dan akhirnya mendarat di tanah Eropa untuk mendapatkan suaka dan menetap di sana. Di tengah kesibukan mengelola Restoran Tanah Air di Paris bersama tiga kawannya: Nug, Tjai, dan Risjaf—mereka berempat disebut Empat Pilar Tanah Air—Dimas, terus-menerus dikejar rasa bersalah karena kawan-kawannya di Indonesia satu persatu tumbang, dikejar, ditembak, atau menghilang begitu saja dalam perburuan Peristiwa 30 September. Apalagi dia tak bisa melupakan Surti Anandari—isteri Hananto—yang bersama ketiga anaknya berbulan-bulan diinterogasi tentara.